Mahasiswa KUKERTA UNRI Adakan Penyuluhan Literasi Perspektif Produksi Syari’ah Bagi Penjual Ayam Potong di Kecamatan Bukit Batu
Mahasiswa KUKERTA UNRI Adakan Penyuluhan Literasi Perspektif Produksi Syari’ah Bagi Penjual Ayam Potong di Kecamatan Bukit Batu

BENGKALIS, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terintegrasi Universitas Riau Tahun 2023 yang berlokasi di Desa Bukit Batu Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis, melakukan penyuluhan mengenai “Literasi Perspektif Produksi Syari’ah Bagi Penjual Ayam Potong”.

Hal ini bertujuan untuk menambah wawasan serta saling berbagi ilmu dalam pemotongan ayam yang tepat secara syari’ah Islam. Kegiatan ini merupakan Program Kerja Wajib oleh Dr Hj Rosyetti SE MSi selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Dilakukannya penyuluhan ini, ditinjau dari diperlukannya perhatian terhadap penyembelihan ayam, disebabkan semakin banyak jenis makanan yang menurut sebagian orang hal tersebut telah memenuhi persyaratan kesehatan, tetapi nyatanya tidak jelas halal-haramnya.

Walaupun ayam termasuk halal untuk dikonsumsi manusia. Namun, jika cara penyembelihanya tidak secara syari’ah Islam, hewan yang halal bisa menjadi haram untuk dikonsumsi manusia. Maka dari itu, mahasiswa Kukerta Terintegrasi Desa Bukit Batu UNRI melakukan Literasi di 21 lokasi kios ayam potong mengenai produksi ayam potong secara syari’ah Islam yang ada di kecamatan Bukit Batu.

"Dengan tata cara penyembelihan yang baik dan menurut syari’ah, dimana terpotongnya 2 saluran yaitu saluran nafas (faring) dan saluran makanan (esophagus), maka rasa dari daging ayamnya akan lebih gurih dan nikmat. Ini karena darah ayamnya sudah mengalir keluar dengan sempurna,” kata Rosyetti, DPL Mahasiswa Kukerta Terintegrasi Desa Bukit Batu kepada datariau.com melalui rilis.

Atas dasar inilah maka kios-kios pemotongan ayam potong harus mengetahui, mengerti, dan memahami sehingga dapat dilakukan dengan jelas bagaimana proses dari penyembelihannya, alat pemotongan hewan, tasmiyah (penyebutan) nama Allah, niat dan doa pada saat penyembelihannya, siapa yang memotong (gender) serta tata caranya.

Penyuluhan ini dilakukan dengan cara mewawancarai pemilik dari kios pemotongan ayam. Dimana Mahasiswa bertanya mengenai Kandang, Alat Potong, serta Mesin Cabut Bulu (MCB) yang digunakan oleh para pemilik kios ayam potong. Serta memberikan buku saku mengenai informasi terkait penyembelihan ayam secara syariah.

Dengan adanya buku saku tersebut bertujuan untuk berbagi wawasan dan juga ilmu mengenai penyembelihan ayam potong secara syariah pada para pemilik kios ayam potong. (*)

Share: